Aku Murid Di Sekolah (Ditulis Oleh Ex*|Cyber|*) Part 1 _Fan Fict Nabilah R.A.A_



-Intro-
 Hallo Namaku Nabilah...Aku Sekolah Di Daerah Jakarta Pusat...Nama Lengkapku Nabilah Ratna Ayu Azalia...Dan Berikut Inilah Cerita Pertamaku  Pada Pagi Yang Dingin Pada Tanggal 14 Agustus...Aku Mulai Kegiatan Belajar Di Tingkat SMP...Disana Aku Menemukan Beberapa Teman Yang Seru...Meskipun Mereka Menganggapku Special Karena Aku Anggota JKT48 tapi aku menerima semua orang yang hadir disekelilingku..aku menyempatkan diri untuk hadir di pertemuan pertama/kegiatan pertama di sekolah tingkat SMP...dan disitulah aku bertemu teman-teman...dan saat bel berbunyi...seorang guru pun datang 

-Awal Cerita-

Pak Guru : Hallo Anak-anak...
Murid : hallooo..
Pak guru : hari ini kita mulai kegiatan,,kegiatan pertama kita adalah saling berkenalan..dimulai dari rezanda eka nugroho dulu yaa  Setelah Semua Teman Berkenalan...Saatnya akupun dipanggil untuk berkenalan 
Pak Guru : silahkan untuk maju kedepan (menunjuk nabilah) 
Nabilah : hallo nama saya Nabilah Ratna Ayu azalia..paling sering dipanggil nabilah...saya harap teman-teman mau menerimaku (kembali ketempat duduk)

Saat itu,,,beberapa temanku terlihat kaget akan kedatanganku...dan mereka menghampiriku untuk minta tanda tangan 

Agus : nabilah minta tanda tangan dong (mengeluarkan pulpen dan memberi sebuah buku) 
Eko : minta tanda tangan dong neng nabilah (membuka bajunya dan minta ditanda-tanganin di bajunya sambil memberi spidol) 

Yasudah aku menerima permintaan mereka..,mungkin mereka fansku..namun aku lebih terpaku kepada 1 orang yang menyendiri..dia bernama rezanda eka nugroho..akupun berusaha untuk berkomunikasi padanya

Nabilah : hai?kenapa kamu menyendiri aj?(Mendatangi bangku siswa tersebut) 
Rezanda : eh tidak kok ga apa-apa..aku memang sering menyendiri (menyembunyikan mukanya)
Nabilah : bolehkah saya meminta nomor HPmu?(Memegang tangannya)
Rezanda : ehh emm buat apa memangnya?(Melespaskan pegangan nabilah ditangannya)
Nabilah : yaa tidak apa-apa...barangkali saya bisa menanyakan sesuatu kepada kamu lewat SMS...  Rezanda : eh hm yasudah nanti saya beritahu... 
Nabilah : hemm okey ga apa-apa... 

Setelah itu pak guru memberikan sebuah pelatihan...dan tak beberapa lama Orang tuaku datang kesekolah 

Ortu nabilah : assalamualaikum permisi pak guru...saya ingin menjemput nabilah karena ada acara.. 
Pak Guru : ohh memangnya ada apaa? 
Ortu Nabilah : grup musiknya nabilah akan segera tampil...dan nabilah dibutuhkan..hanya sejam saja kok pak guru.. 
Pak guru : okey baiklah..silahkan nabilah (mempersilahkan keluar)

Dan ternyata ada show JKT48 yang ga jauh dari sini...semoga saja tidak lama karena akuu pengen banget sehari bisa berkumpul dengan teman sekelas

Saat sampai disana aku mulai bertemu dengan beberapa anggota tim Ĵ..krna ada yg mungkin blum sampai/tidak sempat untuk menghadiri show ini..disana ada melody,haruka,rena,cindy gulla


















































Akupun langsung bergegas ke ruang ganti dan mengganti seifuku yang telah disiapkan...dan nanti aku dan teman tim Ĵ akan membawakan lagu baby-baby-baby...

Setelah selesai kami pun siap menuju panggung..dan nampaknya disana ramai beberapa fans JKT48 yang hadir membawa light stick...dan ada 1 tempat kosong yg diisi oleh beberapa fans JKT48 yang memakai lightstick...

Lagu pun diputar...orang orang yang di tempat kosong tadi nampak membawa gerakan dengan lightsticknya...akupun tambah bersemangat membawakan lagunya karena merekapun tampak semangat mendukung aku dan teman-temanku...

Dan showpun selesai...saatnya kembali menuju sekolah...dan rasanya aku ingin berlari sekuat tenaga setelah sampai disekolah untuk menuju ke kelasku...namun setelah sampai sekolah..dan aku mulai berlari menuju kelas..beberapa orang menunggu di dalam kelas untuk menunggu melewati kelasnya..dan ternyata memang diriku sudah diketahui bahwa aku anggota JKT48...dan Aku Pun setelah sampai dikelas langsung memberi salam ke teman dan guru...tampak senang yang kuraih karena dapat kembali ke ruang kelas bersama temanku dan belajar bersama..hingga waktu pulang pun tiba...dan murid yang tadi aku hampiri sekarang mendatangiku...

Rezanda : hei hm..apakah tadi kamu meminta nomor HPku?(Memberikan sebuah kertas)

Dan tiba-tiba sebelum aku sempat berbicara..dia langsung menuju ke lantai bawah untuk menuju pulang...
Sesaat setelah sampai dirumah...akupun langsung bergegas munuju kekamar mandi untuk membersihkan diri karena sudah kotor dan penuh keringat..Setelah mandi dirikupun terasa capek dan segera menuju kamar pribadiku untuk berpakaian baju dan beristirahat dan menenangkan diri..mengingat nanti ada show lagi di daerah bogor untuk membawakan lagu Heavy rotation...

Dan akupun teringat dengan kertas tadi yang aku berikan..segeralah aku mencoba untuk menghubungi nomor tersebut..

Setelah aku SMS nomor tersebut...dia membalas SMSku dengan kalimat "kamu yang sekelas denganku kan?"

Dan akupun membalas SMSnya dan kami berdua saling berkenalan dan berkomunikasi antara 1 sama lain...dan akupun mulai bercerita dengannya karena setelahku tau sifatnya dan kepribadiannya tak jauh beda denganku..


-Bersambung Ke Part 2-

Member Profile - Shania Junianatha




  1. Nama lengkapnya Shania Junianatha
  2. Dan nama panggilannya Shanju (diambil dari kependekan namanya)
  3. Lahir di Surakarta,27 Juni 1998
  4. Bergolongan darah B
  5. Memiliki tinggi 165cm
  6. Makanan favoritnya bakso
  7. Memiliki mata minus 2,5
  8. Oshi di JKT48 adalah Jessica Veranda
  9. Sebelum bergabung di JKT48,Shania memiliki vokal grup bernama "Three Sano"
  10. Beberapa kali syuting di FTV,Sinetron,dan Iklan
  11. Senang menari,menyanyi,membaca,berenang,berselancar di dunia maya,dan tentunya akting

Member Profile - Melody Nur Ramdhani Laksani



  1. Nama lengkap: Melody Nur Ramdhani Laksani
  2. Lahir di Bandung,24 Maret 1992
  3. Panggilannya Melody,Melo,atau Imel
  4. Kakak dari Frieska yang juga sama-sama di Team J
  5. Golongan darah O dan zodiaknya Aries
  6. Anime favoritenya Princess Belle,Poppeye,dan Power Puff Girls. Terutama Blossom
  7. Makanan favoritnya seafood,sate padang dan bebek goreng
  8. Melody adalah pendukung Manchester United,pemain favoritnya Rooney
  9. Cita-cita Melody adalah menjadi menteri
  10. Saat audisi,Melody menggunakan nomor 29
  11. Melody adalah member JKT48 pertama yang ikut berpartisipasi dalam PV AKB48 - New Ship
  12. Suka dengan musik reggae
  13. Dia adalah member terpendek di Team J dengan tinngi 152cm

JKT 48 - Inochi no Tsukaimichi




Ingin dicintai oleh seseorang
Ingin dicintai oleh seseorang
Ingin dicintai oleh seseorang

Ku di dalam kereta sambil mendengarkan i-Pod
Kenapa tiba-tiba ku jadi benci pada hidup ini
Lagu pun tidak dapat mendorong diriku
Satu tempat di hatiku menjadi berkarat

Apabila ku disapa oleh dirimu
Mungkin rasa sepi akan sedikit hilang
Siapapun tidak akan temani aku
Selebihnya akan kuberikan
Semua yang kau inginkan

Aku tetap sendiri jika kusampai di titik akhir
Ku tak bisa temukan tujuan bagi untuk aku pergi
Keluarga dan teman pun seperti udara
Tangan yang ku ulurkan membelah udara

Apabila ku disapa oleh dirimu
Dari situ mungkin suatu akan berubah
Ajari cara untukku gunakan jiwa
Selebihnya akan kubiarkan
Berbuat apa saja

Apa yang kau mau?

Apabila ku disapa oleh dirimu
Mungkin rasa sepi akan sedikit hilang
Siapapun tidak apa temani aku
Gantinya,akan kuberikan
Semua yang kau inginkan

Apabila ku disapa oleh dirimu
Mungkinkah bisa bertemu diri sebenarnya
Cara untuk gunakan jiwa dengan benar
Jika kau beritahu aku
Ku berterima kasih

Ingin dicintai oleh seseorang
Ingin dicintai oleh seseorang
Ingin dicintai oleh seseorang
Ingin dicintai oleh seseorang

JKT 48 - Hissatsu Teleport




Jump! Jump! Jump! Jump!
Lawanlah daya tarik dari cinta (jump jump jump)
Hatiku sedikit saja layangkanlah (jump jump jump)
Terbangkanlah orang yang kusuka

Tolonglah teleport
Tolonglah teleport
Hissatsu teleport

Jalan sekolah di pagi hari, kalian yang di depanku (hey boys)
Good morning aku ucapkan, aku agak dicuekkin (masa sih)
Aaah jika semua melihat (uuuh)
laki-laki itu pemalu (lucunya)
Selalu pasang tatapan keren (uuuh)

Hingga di angkasa sana,di kejauhan
Pertemuan antara kita berdua
Tempat yang tak ada siapapun
Hissatsu telepo-orto

Walau kucoba melewatimu, kau tampak tidak tertarik (oh ya)
Kau pun berpaling dan berbicara, ayo lihat ke sini (lihat ke sini)
Ah jika saja aku bisa, memakai satu kekuatan (hoii)
Dalam sekejap kau akan ku hapus

Dirimu yang selama ini,ada di situ
Mengapa hanya dalam sesaat
Ke tempat diriku berada
Hissatsu telepo-orto

Hingga di angkasa sana di kejauhan
Pertemuan antara kita berdua
Tempat yang tak ada siapapun
Hissatsu telepo-orto

Lawanlah daya tarik dari cinta (jump jump jump)
Hatiku sedikit saja layangkanlah (jump jump jump)
Terbangkanlah orang yang ku suka

Melanggar peraturan dari cinta (jump jump jump)
Tak perlu pilih cara dapatkanlah (jump jump jump)
Ku dapatkan orang yang ku suka (jump jump jump)

JKT 48 - Heavy Rotation




One, two, three, four

I want you
I need you
I love you
Di dalam benakku
Keras berbunyi irama musikku
Heavy rotation…

Seperti popcorn yang meletup letup
Kata-kata suka menari-nari
Wajahmu suaramu selalu kuingat
Membuatku menjadi tergila-gila
Oh senangnya miliki prasaan ini
Kumerasa sangat beruntung

I want you
I need you
I love you
Bertemu denganmu
Semakin dekat jarak di antara kita
Maximun high tention

I want you
I need you
I love you
Di lubuk hatiku
Rasa sayang yang terus menerus meluap
Heavy rotation

Dalam kehidupan,setiap manusia
Berapa kali bisa rasakan cinta
Jika ada satu,cinta tak terlupa
Ku akan merasa sangat bahagia

Mungkin seperti perasaan sekuntum
bunga saat dia akan mekar

I feel you
I touch you
I hold you
Di dalam mimpiku
Angan-anganku menjadi semakin besar
Oh it’s my,imagination

I feel you
I touch you
I hold you
Perasaan ini
Ku sangat ingin mengutarakan padamu
Heavy Rotation

Yang selalu kudengarkan
Favorite song
Seperti lagu yang ku suka
Kuulang terus tanpa henti
Twenty four hours a day
Oh baby…the only request it’s you …

I want you
I need you
I love you
Bertemu denganmu
Semakin dekat jarak di antara kita
Maximun high tention

I want you
I need you
I love you
Di lubuk hatiku
Rasa sayang yang terus menerus meluap
Heavy rotation

JKT 48 - Gomen ne Summer




Dirimu duduk memeluk lutut
Di pinggiran geladak
Menghitung banyaknya ombak
Datang mendekat

Diriku ada di sampingmu
Seakan mau mengganggu
Saat sengaja ajak bicara
Kau memukul bahuku

Laut yang sangatlah biru
Menyerupai kasih sayang
Yang mengajari, suatu arti
Dari keabadian

Maafkan summer menyilaukan
Saat tatap wajahmu,dari samping
Dalam hatiku ingin,menyentuhmu lembut
Keisenganku saja

Maafkan summer cinta ini
Meskipun hanya teman terasa sedih
Hanya angin laut yang sejak dari dulu
Bertiup menujumu,maafkan summer

Burung layang-layang putih
Mengelilingi langit
Seperti memanasi
Ayo cepat katakan

Akupun diseling bercanda
Melepas sepatu sneakers
Seketika lari sekuat tenaga
Bagai melarikan diri

Bersama habisnya nafas
Debaran ini menyakitkan
Walau kuhitung deburan ombak
Tak akan ada habisnya

Tetaplah summer kita berdua
Disinari cerahnya matahari
Perasaanku ini akan terus berlanjut
Apapun yang terjadi

Tetaplah summer lebih jauh
Menuju cakrawala ujung sana
Aku pun sendirian menapak langkah kaki
Tak mampu bilang suka,tetaplah summer

Pasir pantai putih bersih
Seperti perasaan jujur
Yang memaksaku,tuk minta maaf
Sayang yang terlalu dalam

Maafkan summer,menyilaukan
Saat tatap wajahmu dari samping
Dalam hatiku ingin,menyentuhmu lembut
Keisenganku saja

Maafkan summer,cinta ini
Meskipun hanya teman,terasa sedih
Hanya angin laut yang,sejak dari dulu
Bertiup menujumu
Maafkan summer

JKT 48 - Gokigen Naname na Mermaid




Menjelang musim panas di pantai
Ombak yang menjatuhkan domino
Di atas papan berdiri dirimu
Balik badan dan melompat

Aku ditinggalkan disini sendirian
Di pantai pasir putih

Perasaan tidak enak, si putri duyung cinta
Padahal sudah lama tidak kesini
Perasaan tidak enak, tapi tetap perhatikanku
Suara itu pun tak tersampaikan
Dasar sang matahari

Di dalam ombak yang bergulung
Kau bungkukkan badan dan melewati
Dirimu adalah penyihir laut
Ikan yang mendapat air

Bisikan mentari turunkan tanyaku
Dan berlari mengejar

Tak sanggup lagi menunggu, kayuhan dari cintamu
Hanya hatiku mulai berenang
Tak sanggup lagi menunggu, didapati di dekatmu
Di atas pasir itu aku lemparkan
Celana jeans dan kemeja

Perasaan tidak enak, si putri duyung cinta
Padahal sudah lama tidak kesini
Perasaan tidak enak, tapi tetap perhatikanku
Suara itu pun tak tersampaikan
Dasar sang matahari

JKT 48 - Futari Nori no Jitensha




Don't stop jangan hentikan
My love selama-lamanya
Tolong biarkanku lewat seperti ini

Go to Ke mana-mana
Heaven bila denganmu
Ku ingin terus berlari
Cause l'm loving you!

Tanpa menoleh belakang
Ke bagian belakang sepeda
Yang kita naiki berdua
Aku diam-diam berbisik

Ah.. Mungkin bagi dirimu
Hanya teman sekelas saja
Yang jalan pulangnya searah
Keberadaan yang seperti angin

Ah.. yang selalu bercanda
Padahal kita slalu saling bicara
Mengapa hari ini
Cinta tak abadi yang berputar jauh

Don't say Jangan katakan
Why not? Jawaban itu
Hingga suatu hari jadi kenangan

Be loved
Sampai kapanpun
One way
Dalam dadaku
Bersama dirimu saja l'm so satisfied.

Dengan pikiran seenaknya
Tidaklah perlu imbalan
Kukayuh sepeda dan melaju
Karena di situ ada jalan

Ah.. Mungkin bagi diriku
Dirimu yang berarti
Tidak menyadari apapun
Cinta tak berbalas dari belakang

Ah.. Langit di kala senja
Seperti mewarnai kota-kota
Terlalu sedih
Bayangan kita berdua menjadi satu

Ah.. Mungkin bagi dirimu
Hanya teman sekelas saja
Yang jalan pulangnya searah
Keberadaan yang seperti angin

Ah.. yang selalu bercanda
Padahal kita slalu saling bicara
Mengapa hari ini
Cinta tak abadi yang berputar jauh

JKT 48 - Baby! Baby! Baby!




I Love you baby baby baby, alihkanlah padaku
Pandangan kepada seseorang itu
Sadarilah ketukan dari diriku
Ku ingin jawaban dari rasa sayang

I Love you baby baby baby, tersenyumlah padaku
Bibir yang membuatku menjadi terpikat
Biarkanlah ku miliki dirimu walau hanya di dalam mimpi

Sebelum ku kecup aku terbangun, kelanjutannya masih tertahan
Selalu di saat-saat yang seru, hanya diriku ditinggalkan seorang diri
Padahal sebentar lagi cintaku kan tersampaikan
Pasti kan segera lepas, ku jadi ingin mengejarnya

I Love you baby baby baby, kau idola diriku
Kehadiranmu bersinar dengan terangnya
Keajaiban bertemu denganmu, ku jadi tahu arti dari hidup

I Love you baby baby baby, ku ingin memelukmu
Dengan benar berikan cahaya musim panas
Kita bagaikan sepasang kekasih, suatu saat di dalam mimpi

I Love you baby baby baby, alihkanlah padaku
Pandangan kepada seseorang itu
Sadarilah ketukan dari diriku
Ku ingin jawaban dari rasa sayang

I Love you baby baby baby, tersenyumlah padaku
Bibir yang membuatku menjadi terpikat
Biarkanlah ku miliki dirimu walau hanya di dalam mimpi

JKT 48 - 1! 2! 3! 4! YOROSHIKU!


1! 2! 3! 4!  YOROSHIKU!
5! 6! 7! 8! cintaiku!
Ketuklah pintu hati ini
Ketuklah dengan lembut!
1! 2! 3! 4! YOROSHIKU!
5! 6! 7! 8! diri ini!
Kata kunci pertama

Hal yang kau inginkan (sangat diinginkan)
Janganlah menunggunya (seperti orang bodoh)
Walaupun dibilang begitu

Tak semudah itu (saat ku bertatapan)
Bisa diungkapkan (karna diriku gadis)
Kuhela nafas “I LOVE YOU”

“Mengungkapkan cinta itu perlu keberanian, tapi kalau waktunya lewat jadi seperti kehilangan moment lompat tali”

Yang benar? yang benar?
Yay! yay! yay! yay!

“Valentine’s day dan hari ulang tahun itu, katanya 2 hari yang sering memicu cinta!”

Tuhan, dimana Engkau berada?

(Here we go!)
Help me!

1! 2! 3! 4! aku mohon!
5! 6! 7! 8! berikanku!
Kekuatan tuk percaya pada takdir, berikanlah
1! 2! 3! 4! aku mohon!
5! 6! 7! 8! saat ini
Kekuatan rasa sayang

Dengan santai sajalah (hmm, hmm, begitu ya)
Dan dengan sewajarnya (sedikit salah tingkah)
Kuingin menyapa dirinya

Temanku berkata (jadi makin jauh)
Ayo dimulai saja (sangatlah mengganggu)
Perlahan lahan “I like You”

"Kalau enggak hati hati nanti malah jatuh cinta sama perasaan sendiri, jadi semacam suka sama diri sendiri yang lagi jatuh cinta"

Pastinya, pastinya
yay! yay! yay! yay!

"Hmm.. Orang yang lagi jatuh cinta, katanya bangunnya jadi pagi loh, Kenapa yahh? Hmmm ga Tahu tuhh"

Mengapa kita harus bertemu?

(Here we go!)
Tell me!

1! 2! 3! 4! YOROSHIKU!
5! 6! 7! 8! cintaiku!
Ketuklah pintu hati ini
Ketuklah dengan lembut
1! 2! 3! 4! YOROSHIKU!
5! 6! 7! 8! diri ini!
Kata kunci pertama

"Cinta itu enggak bisa di sengaja, waktu kita lagi enggak mikirin, dia akan datang dengan sendirinya!"

(Here we go!)

1! 2! 3! 4! YOROSHIKU!
5! 6! 7! 8! cintaiku!
Ketuklah pintu hati ini
Ketuklah dengan lembut
1! 2! 3! 4! YOROSHIKU!
5! 6! 7! 8! diri ini!
Kata kunci pertama

Tell me!

1! 2! 3! 4! bersemangat!
5! 6! 7! 8! dengan ceria!
Ikuti irama hati yang berdebar
dengan lembut
1! 2! 3! 4! dengan ritme!
5! 6! 7! 8! yang ceria!
Saat tuk bilang cinta!

Coklat Panas Untuk Jeje (Inspired by: Jessica Vania)





Jam di tanganku menunjukkan pukul 12.00 siang. Ini adalah saatnya jam istirahat di sekolah. Namun sebelumnya,aku sangat penasaran sekali dengan murid baru disekolahku. Tadi,dia bilang namanya Jessica Vania.Semoga dia anak yang baik,karena dari penampilannya,dia terlihat seperti anak yang judes. Namun entah kenapa,dia sangat menarik perhatianku dengan wajah yang menurutku oriental dan juga rambutnya yang diikat ponytail sehingga pipinya yang menggembung itu terlihat jelas. Rasanya,aku menyukainya di pandangan pertama ini. Dengan agak malu-malu aku menghampirinya.

"Hai,aku Tommy" ucapku dengan agak malu-malu dan menyodorkan tanganku berharap untuk disambutnya.
Namun apa daya,dia hanya melihat ke arahku dan hanya tersenyum sebentar sebelum ia kembali serius membaca buku biologinya dan juga sepertinya dia menambahkan volume di earphonenya. Secara tersirat,ia mengatakan "Sudah ya,aku tak ingin diganggu dulu" Apa boleh buat,aku harus menahan perasaanku ini untuk berkenalan dengannya. Akupun kembali ke tempat dudukku sambil berpura-pura membaca buku. Padahal sebenarnya aku ingin mencuri-curi pandang kepada dia. Dalam fikiranku,yang ada hanyalah Vania,Vania dan Vania.

"Ah sudahlah,suatu saat pasti akan ada waktunya aku akan mengobrol dengan dia" ucapku dalam hati sambil melihat ke arahnya dan tanpa aku sadari diapun melihat ke arahku juga. Aku sontak gelagapan dan pura-pura menengok kebawah meja seakan mencari barangku yang jatuh. Tak disangka,saat aku tidak melihat kebawah lagi,dia sudah duduk di kursi depan mejaku dan melihat ke arahku. Dan akupun hanya diam terpaku saja,tidak tahu apa yang akan kulakukan selanjutnya.
"Tom,kenapa diem aja? Tadi ngajak ngobrol,kok sekarang diem sih? Tom? Masih idup kan? Atau udah dikutuk sama medusa jadi batu nih diem mulu? Hahaha..." Ucapnya sambil melihat-lihat kearah wajahku seakan penasaran namun agak sedikit meledek. "Sial,gua di troll nih sama dia" ucapku dalam hati. Dan dengan menguatkan mental,aku menjawabnya "Eh,kenapa? Dikutuk? Gak lah,cuma kaget aja kamu bisa ngomong ternyata. Soalnya aku tadi ajak ngomong gak nyaut" balasku kepadanya.
"Ya bisa lah... Cuma tadi lagi serius aja baca buku sambil dengerin musik. Kalau lagi gitu,aku gak mau diganggu soalnya. Maaf ya..." Jawabnya dengan diakhiri senyuman manis yang muncul dari bibirnya ditambah dengan pipinya yang menggembung secara alami.
"Oh iya,tidak apa-apa kok" jawabku kepadanya. Namun keringat dinginku mulai keluar,karena aku sangat gugup dihadapannya
"Oh iya,kamu Tommy ya? Aku Jeje,itu panggilanku sehari-hari" Ucapnya sambil menjulurkan tangannya. Dan seakan reflek,akupun menyambut tangannya dan menggenggamnya. "Oh iya,aku Tommy" ucapku sambil gemetar menggenggam tangannya. Dan bertepatan saat aku bersalaman dengannya,teman-temanku yang lain masuk kedalam kelas.
"Ciyee... Tommy udah modusin anak baru aja nih..." Ucap Iqbal teman sebangku diriku. "Awas loh je,Tommy playboy cap ular kobra loh... Ntar kamu kena lagi" Ucap Shinta teman sebangku Jeje dan diiringi oleh teman-teman yang lain. Jujur aku malu,namun malu yang aku rasa seakan hilang saat aku melihat pipi Jeje yang memerah karena malu juga. 
"Imut banget kamu Je" ucapku pelan,karena tak sengaja aku nengucapkannya. Dan Jeje pun menoleh kearahku "Kenapa Tom?" Tanyanya dengan rasa ingin tahunya. "Eh,gak apa-apa kok. Eh iya,itu udah bel. Balik ke tempat dudukmu lagi aja deh. Bentar lagi Bu Ambar masuk loh. Dia kan guru tergalak disini" ucapku mengalihkan perhatian,dan Jeje pun kembali ke bangkunya.

Hari berganti hari dan bulan berganti bulan. Kini aku dan Jeje sudah semakin dekat,kami saling mengenal satu sama lain dengan baik. Dan ya,Jeje sudah tahu kalau aku adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal sendiri di kota ini. Dan aku membuka usaha cafe kecil-kecilan dirumahku. Jeje sering ketempatku,dia membawa teman-temannya untuk sekedar menghabiskan waktu. Karena menurut dia dan teman-temannya,cafeku adalah yang terbaik di kota ini. Suasananya nyaman,rasa dari minumannya pun cocok di lidah dan tenggorokan mereka. Kadang,aku iri dengan mereka. Kapan aku bisa jalan-jalan seperti mereka? Kapan aku punya baju bagus seperti mereka? Sepintas,teringat kejadian delapan tahun yang lalu. Saat itu kedua orang tuaku sedang ada diluar kota untuk menghadiri acara kantor. Dan aku adalah anak tunggal yang tidak biasa ditinggal oleh kedua orang tuaku,aku manja. Dan saat orang tuaku sedang acara,aku pun menelfon mereka beberapa kali. Aku tak punya perasaan,yang aku pikirkan adalah aku ingin selalu bersama mereka. Tak kusadari,ayahku membawa mobil dengan sangat cepat karena tak tega aku menangis saat di telfon. Dan akhirnya,mobil ayah menabrak sebuah bis yang datang dari arah berlawanan. Ayah dan ibuku meninggal seketika di tempat.

Kejadian itu sampai sekarang masih terkenang di anganku. Sampai sekarang,aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Dan tak kusadari,air mata telah keluar dari mataku. Seseorang yang menyadarkanku adalah Jeje,dia menepuk pipiku "Tom,kenapa? Kok nangis?" tanya jeje.
"Oh gak apa-apa kok. Cuma keinget ayah ibu aja kok Je. Oh iya,coklat panasnya enak? Teman-teman kamu suka gak sama minuman buatanku?"tanyaku sembari mengalihkan perhatian.
"Seperti biasa lah,buatanmu selalu enak Tom. Di kota ini gak ada yang lebih baik dari kamu deh..." Ucapnya menghiburku seakan tahu kalau aku takut minumannya tak enak.
"Makasih ya Je. Oh iya,teman-temanmu kan sudah pulang,dan disini tinggal kita berdua saja. Kamu mau aku buatkan coklat hangat lagi? Nanti kita minum bersama di belakang rumah sambil menikmati malam. Kali ini,aku beri gratis deh" Tanyaku kepada Jeje sambil menulis jumlah pemasukan hari ini.
"Lalu,cafe ini gimana? Kan gak ada yang jaga" ucapnya sambil duduk di kursi yang biasa disediakan untuk pelanggan yang memesan Take Away didepan kasir.
"Sudahlah,gak akan apa-apa kok. Sepertinya malam ini sedang indah,dan aku ingin menghabiskan malam ini denganmu. Lagipula,kamu baru akan dijemput jam sembilan nanti kan?" ucapku merayunya.
"Oke deh boleh,kamu bikinin aku coklat hangat yang special ya. Aku tunggu di belakang" ucap Jeje sambil berjalan kearah halaman belakang.

Akupun hanya tersenyum dan berkata dalam hati "Pasti Je,aku akan membuatkanmu yang terbaik. Dan sekarang aku ingin mengungkapkan perasaanku kepadamu"
Setelah membuat 2 coklat panas untukku dan Jeje,aku membawanya kebelakang dan memberikannya kepada Jeje. Kami menikmatinya sambil bercanda. Dan sampai di suatu momen yang pas,aku pun menggenggam tangannya dan mengungkapkannya 
"Je,aku gak tau mau mulai darimana. Tapi yang pasti aku udah suka kamu dari sejak kita pertama bertemu. Aku sayang kamu,aku ingin jadi pacarmu. Namun aku takut mengungkapkannya,aku minder Je. Aku orang tak punya,kamu orang berada. Aku hanya ingin mengungkapkan perasaan ini je,lama-lama dipendam ternyata sakit juga."ucapku yang disambut dengan ketawa kecil Jeje yang membuatku bingung. 
"Kok ketawa? Aku aneh ya?"tanyaku seakan pasrah akan ditolak oleh Jeje. Dalam hatiku berkata “Mati lah aku,pasti setelah ini aku akan mendengar kata-kata tolakan dari Jeje dan dia mulai ill feel sama aku”dan ternyata,sesuatu yang tidak kuduga terjadi.
"Iya,kamu aneh Tom. Kamu kenapa gak bilang dari dulu? Aku juga suka loh sama kamu dari dulu. Kamu lucu,wajahmu kalau lagi grogi itu lucu banget. Kamu nembak aku dari awal juga aku gak nolak kok Tom" jawab Jeje yang membuatku kaget dan seketika membuat senyumku merekah. "Tapi ada syaratnya,kamu harus membuatkanku coklat hangat setiap hari ya,itu mood maker aku banget. Kamu gak keberatan kan? Aku tetep bayar kok,tenang..." ucapnya kepadaku seakan dia mengira kalau aku takut dia tidak akan membayar semua coklat hangat yang ia pesan.
"Ah udah lah,untuk pacarku untuk apa aku meminta bayaran?" Ucapku sambil mengedipkan mata kananku kepada Jeje. Seakan waktu berhenti,kita tertawa bersama-sama. Ya,sejak saat itu kami berpacaran. Sejak keesokan harinya dan hari-hari berikutnya,coklat panas aku selalu bawa untuk Jeje di Sekolahnya. Jeje pernah bercerita,dia ingin mengikuti audisi sebuah idol grup dalam lima bulan lagi. Aku tentu saja mendukungnya,karena aku ingin melihat Jeje sukses.

Suatu malam,aku bermimpi yang tak jelas. Dan saat terbangun,entah kenapa yang ada dipikiranku adalah Jeje. "Apakah itu sebuah pertanda sesuatu yang buruk terjadi padanya? Ah semoga saja tidak" ucapku dalam hati.
Saat aku akan kembali tidur,ternyata waktu sudah menunjukkan pukul lima subuh. Aku sudah harus bersiap-siap kesekolah. Dan tak akan pernah melupakan satu hal. Ya,membuatkan coklat hangat untuk seorang Jessica Vania. Kekasihku yang sangat aku sayang karena dia mungkin satu-satunya semangat hidupku saat ini.
Tiba di sekolah,aku menunggu di mejaku kehadiran seorang bidadari yang sudah lama hadir di kehidupanku. Namun,hingga bel masuk berbunyi dia tidak juga datang. Bahkan hingga bel pulang pun dia tak juga datang. Ingin aku menelponnya,namun Jeje pernah bilang ponselnya sedang bermasalah. Jadi tak bisa dihubungi untuk beberapa waktu sampai dia akan menghubungiku kembali. Dan coklat panasnya? Aku berikan saja ke satpam sekolah.
Hari ini adalah hari kelima Jeje tidak masuk sekolah,akupun menanyakan kepada Shinta. Dan kabar yang membuatku terkejut,adalah Jeje masuk rumah sakit. Penyebabnya? Dia mengalami gagal ginjal dan dia ada di rumah sakit untuk perawatan. Saat pulang sekolah,akupun langsung menuju rumah sakit dimana Jeje dirawat. Aku melihat Jeje,namun dia sedang tertidur. Mamanya melihatku,dan mempersilahnkan masuk dengan memberi isyarat agar aku tidak terlalu berisik saat masuk. Aku dan mamanya mengobrol cukup lama. Sampai di suatu percakapan yang membuatku tersentak.

"Kalau dalam tiga hari ini Jeje tidak mendapatkan donor ginjal,maka Jeje akan pergi untuk selamanya" ucap mamanya Jeje sambil meneteskan air mata. 

Aku terkejut dengan ucapannya,air mataku perlahan menetes."Jika tak ada Jeje,siapa yang menjadi penyemangat hidupku? Jika tak ada Jeje,untuk siapa coklat hangatku? Jika tak ada Jeje,untuk apa aku hidup?" dan berbagai pertanyaan yang berkecamuk dalam pikiranku. Aku menggenggam tangan jeje,dan mencium punggung tangannya. Setelah itu,aku berkata kepada mamanya Jeje "Tante,Tommy akan berusaha mencarikan donor untuk Jeje. Tante tenang saja ya. Oh iya,kalau Jeje bangun berikan ini padanya ya. Ini coklat hangat kesukaan Jeje. Tanpa diberitahu,dia akan tahu itu dari siapa. Dan sekarang Tommy pamit pulang dahulu ya tante" ucapku sambil memberikan tempat minum tahan panas berisikan coklat hangat kepada mamanya Jeje dan tak lupa mencium tangannya untuk pamit. "Terima kasih ya Tommy sudah menengok Jeje. Hati-hati dijalan" ucap mamanya Jeje. Akupun mengangguk dan berjalan keluar ruangan.
Pulang? Tidak... Aku mencari ruang dokter yang merawat Jeje. Dan akupun menawarkan diri untuk mendonorkan ginjalku untuk Jeje. Dokter menyetujuinya. Aku meminta,agar namaku dirahasiakan supaya Jeje dan keluarganya tidak ada yang tahu bahwa aku yang mendonorkan ginjalnya. Dokter mengerti,dan esoknya ginjalku diambil. Setelah operasi,aku hanya tiduran saja di kamarku. Ya,aku bilang aku ingin langsung pulang karena tidak bisa membayar biaya kamar di rumah sakit. Namun karena aku masih harus mendapatkan perawatan,pihak rumah sakit membebaskan biaya perawat yang merawatku di rumah.
Kini,sudah dua bulan sejak Jeje mendapatkan ginjal dariku. Dia sekarang sudah lincah lagi,sering bercanda,dan senyuman indahnya tak akan pernah hilang dari wajahnya yang imut itu. Ingin rasanya melihat terus wajahnya Jeje,namun rasanya badan ini terus menerus melemah setiap harinya. Namun didepan Jeje aku harus kuat. Ya,aku harus kuat demi seseorang yang aku cintai. Aku tak ingin dia sedih saat mengetahui keadaanku yang sebenarnya. Melihat seorang Jeje tersenyum dan tertawa setiap harinya adalah kebahagiaan dan kekuatan bagi diriku. Setiap hari,yang kuingat adalah Jeje,Jeje,Jeje,dan Jeje. Saat di sekolah,aku akan bersemangat saat sudah melihat wajahnya. Dirumah,saat aku lelah mengurusi cafe atau mungkin saat sedang terbaring di tempat tidur,yang aku lihat adalah foto Jeje. Dan saat ku bangun dari tidur,hal yang membuatku semangat adalah membuat coklat panas untuk Jeje. Setelah itu,aku akan kembali bersemangat. Di hari libur,aku tidak membuat coklat panas di pagi hari. Karena Jeje siang selalu datang dengan teman-temannya. Aku sangat bersyukur memiliki Jeje. Dia tidak malu berpacaran denganku yang secara ekonomi jauh sekali denganku. Malah dia membanggakanku dihadapan teman-temannya. Entah apalagi bentuk terimakasih yang dapat kuberikan kepada Jeje selain coklat hangat yang akan selalu aku buatkan untuknya dengan sepenuh dan setulus hatiku.
Waktu memang hal yang akan berlalu secara cepat jika kita menikmatinya. Ya,Jeje esok hari sudah mulai masuk ke karantina karena dia termasuk orang yang lolos ke tahap audisi final idol grup itu. Sebelum masuk karantina,kami sempat berbicara "Je,semangat ya. Aku akan selalu mendukungmu,dan ini seperti biasa ada coklat hangat untukmu. Semoga kamu suka dan gak bosen ya" ucapku sambil memberikan tempat minum berisikan coklat hangat itu sambil mengelus rambutnya yang halus. Dan tanpa kuduga,Jeje memelukku "Makasih ya Tom,kamu selalu bikin hari-hari aku berwarna. Aku bakal kangen sama coklat hangat buatanmu ini Tom".
Kurasakan ada air di dadaku,dan ternyata itu adalah air mata Jeje. "Je,kenapa kamu nangis? Air mata kamu sayang banget kalau dikeluarin percuma kyk gini... Tersenyumlah" Ucapku sambil mengusap air matanya. Dalam hati aku seakan berteriak kepadanya "Je,jangan nangis. Tersenyumlah... Berikan aku semangat. Kondisiku sudah sangat lemah,dan aku butuh semangat darimu. Ayo Je,jangan menangis!!"
Hati kami sepertinya sudah terhubung,Jeje berhenti menangis dan mulai tersenyum. "Baiklah,aku tak akan menangis. Aku tak ingin membuatmu bersedih. Sampai jumpa Tommy,aku harus masuk sekarang"ucap jeje sambil masih memelukku. Dan aku pun perlahan melepaskan pelukannya "Ok deh Je,sukses ya... Kamu harus lolos demi aku pokoknya..."ucapku merayunya sambil menyemangatinya.
"Baiklah Tommy,daahh...."ucapnya sambil melambaikan tangan kearahku dan berlari menuju dalam. Untuk membalasnya,aku berteriak seakan menghabiskan suaraku "GANBATTE JEJE!!!!" Dan Jeje melihatku dengan senyuman dan kembali menuju dalam.
Aku ditemani oleh Iqbal teman sebangku ku di kelas. Setelah masuk mobil Iqbal bertanya "Cuci darah sekarang?"
"Ya,dan aku mau dirawat di rumah sakit saja." Jawabku sambil melihat ke arah gedung dimana Jeje dikarantina. Dalam hati aku berkata "Je,lanjutkan hidupmu yang menyenangkan ya. Gapai impianmu"

Tidak terasa sudah seminggu aku di rumah sakit. Cafeku sekarang Iqbal yang menjaga. Tiba di hari dimana hari pengumuman hasil audisi dan karantina tersebut. Iqbal dan Shinta ada di rumah sakit menemaniku. Ya,mereka berdua tahu kalau aku sudah bisa dibilang sekarat sejak lama. Namun mereka dapat merahasiakannya dari Jeje karena aku yang meminta dan mereka tak ingin Jeje bersedih.
Tiba-tiba mamanya Jeje mengirim pesan singkat ke ponselku,isinya "Tommy,Jeje berhasil lolos audisi. Terima kasih atas dukungannya ya. Oh iya,tolong buka E-Mail mu. Ada gambar kiriman dari tante.".Aku langsung menyuruh Iqbal membuka E-Mail ku. Dan ternyata,gambar itu adalah saat Jeje sedang latihan bernyanyi dia menggunakan tempat minuman dariku. Ada pesan dibawahnya tertulis "Tommy,Jeje selalu giat berlatih karena kamu loh. Ini tante curi-curi kesempatan untuk foto"
Bahagia,tentu saja... Namun ternyata takdir berkata lain. Tubuhku melemah,dan aku langsung membuat sepucuk surat untuk Jeje dan aku berikan kepada Iqbal "Iqbal,Shinta,tolong jaga Jeje baik-baik. Jangan sakiti dia,jangan buat dia sedih,dan jangan lupa bal,berikan dia coklat panas terbaik" Itulah kata-kata terakhirku sebelum aku meninggalkan dunia ini. Dan aku langsung dimakamkan tanpa Jeje tahu.
Keesokan harinya,Jeje datang ke Cafe dan bertemu Iqbal. "Eh Jeje,duduk dulu Je. Bentar ya..."ucap Iqbal sambil menyiapkan secangkir coklat panas untuk Jeje. Dan Iqbal memberikannya kepada Jeje "Je cobain,ini enak gak? Ya walaupun mungkin gak seenak buatan Tommy". Jeje mencoba coklat itu,dan berkata "Enak,sama kok seperti buatan Tommy. Eh iya,Tommy mana?"tanya Jeje yang membuat kaget Iqbal. Iqbal tidak berkata apa-apa,dan hanya memberikan sepucuk surat. "Je,bacalah surat ini. Aku masuk dulu mau ambil gelas"ucap Iqbal sambil masuk kedalam rumah Tommy dengan alasan akan mengambil gelas. Namun sebenarnya,dia tidak tega melihat reaksi Jeje. Setelah Iqbal masuk,dia mengintip keluar lewat jendela. Mengintip Jeje yang mulai membuka amplopnya dan membaca surat dari Tommy yang isinya:

"Untuk Jeje.
Selamat ya kamu udah lolos dan keinginanmu tercapai. Tapi maaf,aku tak bisa menemanimu lagi. Aku sekarang sudah menyusul ayah dan ibuku. Je,jangan bersedih ya. Aku akan selalu bersama dirimu kok. Setiap coklat panas yang kamu minum,akan membuat aku semakin dekat denganmu. Apakah Iqbal membuatkan coklatnya sama denganku? Aku harap iya,karena ia sudah kulatih membuat coklat panas yang sama sepertiku. Kamu tau gak yang jadi donor ginjal kamu itu siapa? Itu aku Je. Jadi,aku gak akan pernah jauh darimu. Aku selalu ada didalam dirimu. Semangat menjalani harimu ya Je,kamu adalah anugrah terindah dari Tuhan yang pernah aku miliki. Dan cintaku padamu kubawa sampai aku mati. Aku akan selalu tersenyum untukmu dari Surga. Jangan bersedih ya Je,berjanjilah kepadaku. Aku mencintaimu selamanya...
                                                                                                      Yang selalu mencintaimu,Tommy"

Tak ada yg bisa Jeje lakukan selain menangis dengan kerasnya. Iqbal dan Shinta keluar untuk menenangkan Jeje,dan mengingatkan kalau Tommy tak ingin kalau dia bersedih. Jeje agak mulai berhenti menangis,dan ia minta diantarkan ke makam Tommy. Setelah sampai makam Tommy,Jeje berdoa disamping makam Tommy. Seakan Tommy tahu bahwa Jeje datang,awan putih menutupi sinar matahari yang terik dan membuat suasana menjadi teduh. Anginpun bertiup sepoi-sepoi,seakan Tommy memerintahkan angin agar Jeje tidak merasa kepanasan. 

Setelah berdoa,Jeje tersenyum melihat ke arah makam Tommy dan berkata:
"Terimakasih Tom atas segalanya. Kau sudah tiadapun,aku masih merasakan kehangatan sebuah cinta tulus darimu. Aku akan berusaha sukses demi kamu Tom,dan demi membayar coklat panas yang selalu kau buatkan dengan sepenuh hati untukku yang mungkin tak akan pernah bisa kubalas dengan apapun juga. Dan kamu kini mengajarkanku,cinta adalah sesuatu yang tidak hanya untuk dilihat saja. Namun yang terpenting,cinta adalah untuk dirasakan. Aku akan merindukanmu Tommy. Datanglah ke mimpiku setiap malam,aku menunggumu" Ucap Jeje sambil meneteskan air mata entah bahagia entah sedih. Bahagia karena ia menemukan Tommy. Sedih karena ia ditinggalkan Tommy,orang yang menyayangi dan mencintainya sepenuh hati. Setelah itu,Jeje menjalani hari-harinya dengan penuh semangat dan senyuman ditemani oleh coklat panas yang selalu ada untuknya. Karena bagi Jeje,coklat panas dan ginjal Tommy adalah hal yang akan selalu membuat Tommy terasa dekat untuknya....


writer: #minVe